Hai.. namaku Lighning ini teman – temanku namanya march, zunfin, sten, Kevin, anzin. Posisiku adalah sebagai kapten, pemain inti & penyerang, sedangkan anziz juga pemain inti tetapi dia adalah kipper & Kelvin sebagai sama dengan aku penyerang & pemain inti, jurus andalan kami bertiga aku, anziz & Kelvin adalah “Three Friend Fire”. Yang kusebutkan tadi hanya sebagian dari timku, oh ya hampir lupa aku adalah pemain dari tim Red White Fire.
Hai, kalian tau bahwa desa terbelah menjadi 2 tim yang bermusuhan yaitu tim “Red White Fire” dan tim musuhku tim Thunder Red Black dan kaptennya adalah adik sepupuku yang bernama Thunder, tapi mengapa desa terpecah belah aku menanyakan hal ini kepada ketua desaku, sekarang desa menjadi dua seperti nama tim. Oh ya hampir lupa kata kepala desaku & kepala desa adik sepupuku waktu aku menyusup juga sama tapi hal yang penting saja yang berbeda akhirnya aku masuk ke mesin waktu tapi aku harus tanding sepak bola, la teman – temanku adalah hewan, dan hewannya ada yang buas ada yang enggak buas dan akhirnya aku memotivasi dengan berkata “hai, siapa yang bermain baik akan kuberi hadiah 2 permintaan”akhirnya mereka mau bekerja sama tetapi kami kebobolan di babak pertama “priit… kedudukan 1-1 untuk tim anima dan sekali lagi priit… waktu habis” kata wasit lalu mereka tambah bersemangat di babak kedua kami hampir di bobol dan kami juga hampir membobol. Berkat kesalahan kipper dan pemain belakang kami melakukan tendangan terakhir “shooting untuk animal” dan gol, pertandingan juga berakhir. Sejak saat itu mereka sangat berbahagia aku langsung pergi ke pintu waktu dan akhirnya aku bisa menyimpulkan bahwa semua ini desa ini terpecah belah karena prilaku ketua desa adik sepupuku.
Teman – temanku berkumpul di pagi hari lalu ada apa? Ternyata mereka membicarakan pelatih yang pertama menyapa, dia selalu tidak mau dijemput waktu latihan pagi agar tidak ada perselisihan aku menanyakan kepada ibu pelatih, tetapi tidak mau. Akhirnya kami memaksa, terus ibu pelatih menyuruh kami masuk ke kamarnya, ternyata pelatih kami tidurnya ngorok. Setelah aku memberi tahu ke semuanya. Di saat tim musuhku menghina “ha… ternyata pelatihmu tidurnya ngorok” kata tim musuhku (sambil tertawa) lalu aku membalas menghina “kalian kan juga” lalu mereka pergi dengan angkuhnya.
Karya :
NAMA : AIS BEKTI, L. A
KELAS : V A
0 komentar:
Posting Komentar