Pagi itu, udara dingin menusuk tulang. Suara detak jam menghiasi waktu subuh, tanah meneriakkiku untuk bangu namun berbeda dengan angin mereka malah mengusap – usap kepala orang sehingga malas untuk bangun. Rencananya aku, feri, doni, dan dion akan bermain perang – perangan di pagi – pagi hari sekali, namun angin menghasil membuat doni, feri dan dion tertidur. Oh iya aku lupa memberitahhu namaku, namaku Luthfi. Aku, feri, doni dan dion adalah anak yatim piatu, kami tinggal dip anti asuhan yang dikelola oleh bu Fatimah. Jarum jam bertengger di angka tujuh ini menunjukkan berarti sekarang menunjukkan sudah jam tujuh namun feri, doni, dan dion masih tidur. Aku membangunkan mereka dan akhirnya merekapun bangun.
Pada saat peperangan aku terperosok ke lubang yang sangat dalam, pada saat aku hamper sampai dasar aku melihat cahaya yang sangat menyilaukan, lalu aku melihat dasar lubang itu adalah tanah. Pada saat aku membuka mataku aku melihat gerbang bertuliskan “Welcome To The Wonky Land”. Pada saat aku akan berdiri aku tidak kuat menahan berat tubuhku sendiri lalu aku tak sadarkan diri.
“Syukurlah kalau kamu sudah siuman”, kata seorang kurcaci di sebelahku.
“Dimana aku ?” tanyaku. Kurcaci itu menjawab
“kamu berada di Wonky Land, dunia khayalan setiap orang”, jawab kurcaci samba membuatkan secangkir the untukku.
“siapa namamu?”, tanyaku kepada kurcaci itu
“namaku kuta dan saudaraku ini namanya verussia, siapa namamu ?”, tanyanya kurcaci itu setelah menjawab pertanyaanku.
Lalu tiba – tiba ada guncangan yang sangat dahsyat hingga akupun terjatuh dari kasur yang aku tempati tapi kuta dan verussia tidak tergoyahkan sedikitpun walaupun goncangannya semakin dahsyat. Lalu mereka keluar untuk melihat keluar dengan membawa pedang karena bisa saja yang membuat goncangan ini adalah raksasa yang bernama Vendor, pada saat mereka keluar ternyata benar yang membuat goncangan ini terjadi adalah raksasa terjahat yaitu vendor, lalu mereka mencoba melawan vendor yang mengamuk itu dengan pedang mereka, namun tetap saja tidak berpengaruh ke tubuh vendor yang sangat kuat itu, lalu verussia berkata padaku
“cepat carikan Kristal biru milik naga sakti di jurang atikmil yang jaraknya kurang lebih 60 kilometer dari sini, gunakan peta ini untuk menuju kejurang atikmil” suruh verussia kepadaku.
Lalu akupun berangkat menuju jurang atikmil. Setelah berjalan selama 12 jam, akhirnya aku sampai di jurang atikmil dan disana ada naga yang sakti yang dimaksud verussia dan di jidatnya ada Kristal biru yang tentunya sangat sakti lalu aku melawannya dan aku berhasil mendapatkan Kristal biru yang dimaksud verussia, lalu aku langsung kembali. Setelah sampai, aku lalu memberikannya kepada verussia dan dia langsung memasangkannya di pedangnya dan vendor pun mati karna terkena pedang itu, lalu aku pun di antar verussia untuk kembali kedunia nyata.
Karya :
NAMA : MUH. AZIZ AKBAR
KELAS : V A
0 komentar:
Posting Komentar